This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 Maret 2019

The Brain of Robot

                                     Hasil gambar untuk gambar arduino


Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat sumber terbuka, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Perangkat kerasnya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Arduino juga merupakan senarai perangkat keras terbuka yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan. Mikrokontroler diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.
Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk mem-bypass bootloader dan menggunakan pengunduh untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

prestasi tidak menetukan usia

                                        Tim Robotik SMP Al Ma'soem Kembali Torehkan Prestasi se-Bandung Raya
   Tiga orang siswa SMP Al Ma’soem berhasil menorehkan prestasi yang impresif dengan keluar menjadi juara utama dalam kompetisi robotic antar pelajar tingkat Kabupaten/Kota Bandung. Tim Robotik KIR – ASIC SMP Al Ma’soem diwakili oleh tiga tim yang berjumlah enam orang, berhasil meraih dua Medali Perak dan satu Medali Perunggu pada dua kategori lomba yang diikuti; Kategori Maze Solving dan Kategori LFA (Line Follower Analog).

   Kejuaraan Robotik yang bertajub Trans Studio Bandung (TSB) Robotic Competition 2019 diselenggarakan pada Rabu (19/1) kemarin diikuti oleh para peserta didik tingkat SMP/MTS/Sederajat dari Kabupaten/Kota Bandung dan beberapa daerah sekitarnya. Menurut pembimbing KIR – Robotic SMP Al Ma’soem, Chandra Febriansyah jumlah peserta yang turut serta dalam kejuaraan tersebut cukup banyak sehingga persaingan antar peserta menjadi semakin kompetitif.

Senin, 11 Maret 2019

Umur Tidak Menentukan Skill

KIR ASIC SMP Al Ma'soem Kembali Raih Prestasi di Thailand
Pembelajaran di sekolah tidak harus selalu textbook, pengembangan kemampuan non-akademik siswa harus selalu dikembangkan, itu merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap para peserta didiknya. Semua kegiatan ekstrakurikuler di SMP Al Ma’soem Bandung memiliki pembimbing dan pendidik yang professional di bidangnya masing-masing, sehingga pengembangan kemampuan para peserta didik akan lebih maksimal. ya begitulah kata-kata yang keluar dari kepala sekolah SMP AL-Ma'soem.


Tiga orang siswa SMP Al Ma’soem kembali meraih prestasi Internasional saat mengikuti kejuaraan The 1st FSI – All Thailand and World Robot Tournament 2018, yang diselenggarakan 24 – 25 Maret 2018 kemarin. Selama dua hari perwakilan SMP Al Ma’soem mengikuti kompetisi robotic internasional yang diikuti oleh lima negara ASEAN; Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam.  
M. Ghifran Rayahi, M. Agung Prasetyo dan Muhammad Daffa Rial, ketiga siswa tersebut yang telah berhasil menorehkan prestasi yang membggakan di kejuaraan yang baru pertama kali mereka ikuti. Berikut adalah prestasi yang mereka raih dalam ajang The 1st FSI – All Thailand and World Robot Tournament 2018:
  • M. Ghifran Rayahi dan M. Agung Prasetyo kelas VII – G berhasil meraih The Best Engineering dan Special Award di bidang 1kg Sumo Secondary Robot.
  • Muhammad Daffa Rial kelas VIII – Super 1 berhasil meraih Participant 3rd Winner 3kg Autonomous Dohyo Metal
dari mereka ber-3 kita belajar bahwa umur tidak menentukan prestasi, bukan hanya orang dewasa yang bisa menang olimpiade tingkat internasional tapi anak SMP pun bisa asalkan kemampuan itu terus di asa dengan baik dan maksimal.

Tangan Bionik, pengganti tangan asli

Hasil gambar untuk tangan bionik
Bionik adalah ilmu yang digunakan untuk mengganti struktur anatomik atau proses fisiologi dengan komponen elektronik atau mekanik. berarti tangan bionik ialah tangan tiruan untuk menggantikan tangan asli
manusia. Tangan bionik komersial pertama di dunia telah dimasukkan sebagai satu dari penemuan paling hebat di tahun 2008. Tangan yang dibuat oleh perusahaan Livingston, Touch Bionics, masuk ke dalam daftar 50 penemuan paling top versi majalah Time bersama Super Hadron Collider.
Tangan bionik ini menduduki peringkat ke 14, mengalahkan Mars Rover terbaru, yang didesain untuk menjelajahi planet merah tersebut.
Tangan itu butuh waktu pengembangan sekitar 20 tahun dan punya 5 jari yang dapat bekerja secara terpisah. Ini membuatnya lebih berguna dibandingkan dengan tangan buatan sebelumnya, yang mana sering hadir dalam bentuk seperti pengait yang fungsinya terbatas pada gerakan membuka dan menutup yang sederhana. Tangan i-limb punya kemampuan yang lebih luas. Tangan itu punya pegangan kartu kredit, untuk menjepit objek yang tipis, dan kekuatan cengkeram untuk benda yang lebih besar seperti mangkuk.Perkembangan tangan palsu hingga saat ini sudah mencapai tahap di mana pasien yang mendapatkan transplasi tangan palsu tersebut memberikan sinyal dari otak kepada tangan tersebut sehingga dapat digerakkan dengan bebas seperti menggerakkan tangan sungguhan. Namun sayangnya, belum ada tangan palsu yang mampu memberikan sensor sentuhan. Walaupun begitu, peneliti telah berhasil membuat tangan palsu bionik yang tidak hanya mampu memberikan pergerakan semata, tetapi juga dapat memberikan sensasi “sentuhan” seperti tangan sungguhan.
Dikembangkan oleh para peneliti dari Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, Swiss, tangan bionik ini akan disambungkan langsung kepada sistem syaraf yang berasal dari elektroda yang dijepit pada syaraf utama lengan. Dengan ini, maka dapat diharapkan tangan bionik ini tak hanya dapat digerakan tetapi juga akan memberikan sensasi sentuh pada pasien amputasi yang mendapatkan pemasangan tangan bionik terbaru ini.
Dr. Silvestro Micera yang turut mengembangkan tangan bionik ini menyatakan bahwa perkembangan tangan bionik yang dapat memberikan sensasi sentuhan ini merupakan hal baru yang sangat diharapkan oleh para pasien amputasi. Tangan bionik ini akan menjadi alat prostetik pertama di dunia yang akan memberikan sensasi sentuh secara langsung. Semakin mirip tangan bionik ini dengan tangan manusia asli, maka akan semakin cepat diterima pula oleh para pasien amputasi yang baru pertama kali mendapatkan pemasangan tangan palsu.
Pemasangan tangan bionik ini telah diujicobakan pada pasien dari Roma di tahun 2013 dan sukses sehingga tangan bionik tersebut dapat digunakan juga oleh para pasien amputasi yang membutuhkan alat bantu ini untuk bisa menjalani aktivitas sehari-hari layaknya seorang yang normal tanpa kecacatan tubuh akibat amputasi.

Penelitian, Gerbang Utama Menjadi Ilmuwan


Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) berperan sebagai salah satu wahana pengambangan bakat siswa di bidang akademik dengan segudang manfaat khususnya bagi siswa itu sendiri sebagai pelaku utamanya. Salah satu manfaat dari eksistensi KIR di sekolah bagi kondisi psikologis siswa diantaranya yaitu untuk mengembangkan naluri dan perilaku penemuan ilmiah.
Semua temuan yang diperolah orang sesungguhnya adalah hasil keingintahuan/naluri penemuannya berkat kejelian dan kesigapan otak untuk menganalisis permasalahan dalam kehidupannya. Sedangkan pada umumnya semua usaha untuk menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan diusahakan dengan dilakukannya suatu penelitian.  

“Ilmu pengetahuan adalah sebagai salah satu upaya manusia memahami dirinya dan lingkungannya. Pengetahuan didapat dari penelitian mengenai hubungan dan pengaruh antara satu hal dengan hal lain” ungkap ketua DPR RI, Marzuki Alie, dalam sambutannya pada acara jamuan makan malam dengan peserta 3rd Indonesian Science Project Olympiad ­(ISPO), 23 Februari 2011 silam. ISPO sendiri merupakan salah satu ajang lomba penelitian yang diprakarsai secara internasional yang diikuti oleh siswa sekolah menengah yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.
Hal yang diungkakan oleh ketua DPR-RI tersebut menunjukkan bahwa penelitian merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad.
Pengenalan budaya meneliti dari sejak dini adalah modal awal untuk menciptakan ilmuwan-ilmuwan yang mampu memberikan sumbangsihnya dalam berbagai bidang pengetahuan sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan manusia secara global.
Kegiatan keilmiahan melalui penelitian, tentu saja tidak hanya sekedar menemukan hal-hal baru. Lebih jauh lagi, kegiatan ilmiah ditujukan agar siswa mampu menyajikan temuan-temuan sederhananya secara ilmiah. Upaya ini merupakan salah satu tujuan utama yang diemban oleh Kelompok Ilmiah Remaja.

Nyusun Makalah ≠ Mumet

Menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan suatu kegiatan yang oleh sebagian remaja dianggap sulit, namun bukan berarti hal tersebut tidak dapat dipelajari. Fungsi KTI sendiri adalah untuk menginformasikan secara sistemasis penelitian yang sebelumnya telah dilakukan kepada masyarakat umum. Sehingga penyusunan yang baik sangat diperlukan agar informasi yang disampaikan bisa dimengerti dengan baik.
Beberapa faktor yang dirasa menghambat remaja dalam menyusun KTI diantaranya adalah munculnya perasaan tidak memiliki keahlian dalam menulis, takut salah, tidak berani menanggung risiko, malas, sera menutup diri darri pengalaman dan gagasan baru.  Namun hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Lina Nafisah (XI IPA 2) dan kawan-kawannya Luthfiana Ulfah Febrianingtyas (XI IPA 1) dan Nur Ainun Afifah Harahap (XI IPA 2). Mereka berhasil menyabet gelar makalah terbaik untuk bidang sains terapan mengalahkan pemakalah-pemakalah lainnya dalam ajang yang diselenggarakan kementrian pendidikan Indonesia, September lalu.

“Sebenarnya kesulitan dalam penyusunan karya tulis ilmiah adalah mencari sumber referensinya. Kadang-kadang infonya tidak memadai, sangat sulit untuk mencari informasi yang pas dan lengkap”. Begitulah penjelasan dari Lina dalam interview 11 November 2012 lalu. Ia juga bertutur bahwa penulisan KTI yang baik hendaknya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Selain itu mencontoh penulisan skripsi dan jurnal ilmiah adalah tips yang baik untuk berlatih.
Kemampuan menulis KTI adalah salah satu skill yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Kemampuan tersebut harus dipupuk sejak dini sehingga ide dan gagasan-gagasan telah siap untuk dituangkan dan dikembangkan salah satunya melalui kompetisi-kompetisi ilmiah.
ASIC memiliki agenda berupa pelatihan penulisan KTI yang diselenggarakan secara rutin untuk menunjang keahlian menulis para anggota. Dengan diselenggarakannya pelatihan tersebut diharapkan para ASICers mampu menuangkan hasil penelitiannya dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan susunan yang baik dan benar sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dan dimengerti dengan baik agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Lebih Asik Bareng ASIC

Al Ma’soem Science Club, atau yang lebih dikenal dengan panggilan ASIC merupakan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ma’soem (YPAM). Ekstarkulikuler yang telah berdiri sejak 25 September 2009 lalu ini beranggotakan siswa dan siswa SMP & SMA Al Ma’soem.

Ekstrakulikuler yang diprakarsai oleh Bapak Rahman Hakim, seorang guru fisika, memiliki visi Menjadi Kelompok Ilmiah Remaja terdepan di Indonesia dalam prestasi dengan kekhasan pemikiran anggotanya. Terbukti dari beberapa iven perlombaan, tim ASIC atau yang lebih sering disapa ASICers berhasil menyebet gelar juara. Tidak hanya itu, imbas dari itu semua, hingga saat ini eksistensi ASIC sebagai Kelompok Ilmiah Remaja dengan latar belakang sekolah Islam telah banyak dikenal.


Koordinaotr Umum ASIC, Tias Ravena Maitsa (kelas XI Ipa 1) menjelaskan bahwa kegiatan utama ASIC sendiri yaitu meneliti. Namun, selain itu ASIC juga memiliki agenda kegiatan yang terorganisir, sehingga selain sebagai ekstrakulikuler, ASIC juga berperan sebagai salah satu organisasi di YPAM.  Struktur keorganisasian ASIC terbagi menjadi beberapa divisi, yaitu divisi dana usaha, publikasi, administrasi umum serta robotika, yang masing-masing memiliki bidang kerja yang berbeda-beda.

“Yang menjadi ciri khas ASIC  adalah  para anggotanya yang tidak hanya dibimbing untuk menjadi ilmuwan pada umumnya. Tetapi dibimbing dan diarahkan untuk menjadi ilmuwan yang memiliki pola pikit dan pola sikap ilmiah yang berbasis nilai-niai religi”, ungkap Tias Rabu 11 November 2012 lalu.  Ia juga berharap agar semua program kerja ASIC dapat terlaksana dengan baik agar ASIC terus berkembang.

Bidang Studi Tidak Menjadi Batasan Menelit


Di sekolah, penelitian sangat identik dengan sains. Kebanyakan penelitian yang dilakukan termasuk ke dalam bidang ekologi, fisika, serta kimia yang selalu berkaitan dengan alam. Namun, sebenarnya ranah sosial merupakan ranah yang sangat penting untuk digeluti. Terlebih manusia adalah makhluk sosial yang segala aspek kehidupannya perlu dicaritahu dan ditelaah secaara mendalam melalui penelitian.
Siswa beropini bahwa penelitian di bidang sosial hanya bisa dilakukan oleh siswa program studi sosial  saja dan mereka beranggapan bahwa ranah sains dan teknologi hanya bisa digeluti oleh siswa bidang studi ilmu alam.
Luvita, seorang siswa kelas XII program studi sosial SMA Al Ma’soem, memutuskan untuk mengikuti Kelompik Ilmiah Remaja Al Ma’soem Science Club dan melakukan penelitian di bidang lingkungan. Berbeda dengan Mawaddah, Nurfitriah, dan Almas, mereka adalah siswa kelas XII bidang studi ilmu alam SMA Al Ma’soem, namun dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2012 yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan Indonesia berhasil menyabet medali perunggu untuk bidang sosial, tepatnya di bidang psikologi anak. Mereka berpendapat bahwa motivasi mereka untuk meneliti di bidang sosial yaitu karena mereka ingin mencoba hal yang tidak mereka pelajari di kelas IPA. Selain itu mereka juga ingin menunjukkan kepada teman-teman bahwa permasalahan sosial sangatlah banyak dan patut untuk dipelajari dengan lebih mendalam. 
Tingkat kesulitan yang dihadapi antara riset di bidang sosial maupun sains memiliki tingkatan yang berbeda-beda. “Hal yang menjdi kendala dalam riset di bidang sosial adalah karena materi psikologi yang tidak dipelajari di bangku kelas, terutama kelas IPA selain daripada ilmu statistika yang sangat mendalam yang harus digunakan untuk mengolah dan menganalisis data yang diperoleh” ungkap Almas Selasa, 13 Novenber lalu. Mereka juga berharap agar minat untuk meneliti di bidang sosial semakin meningkat di kalangan pelajar.
Hal ini menunjukkan bahwa imlu pengetahuan tidak memiliki batasan tertentu untuk dipelajari. Begitupun dengan penelitian. Bukan bebrarti cabang yang kita miliki menjadi ketentuan tetap untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang baru.

KepoinKIR Yuk!!!


Kelompok Ilmiah Remaja atau yang di Indonesia dikenal dengan istilah KIR merupakan suatu kelompok remaja yang serangkaian kegiatannya ditujukan untuk menghasilkan karya ilmiah. KIR yang kita jumpai di Indonesia merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang terdapat di sekolah menengah. Ekstrakulikuler ini merupakan organisasi yang bersifat terbuka bagi siswa yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.
Pada awalnya KIR dikenal di dunia dengan nama Youth Science Club (YSC) yang dibentuk pada tahun 1963 oleh UNESCO bagi remaja berusia 12-18 tahun. Namun, batasan usia tersebut pada tahun 1970 diubah menjadi 12-21 tahun. Nama KIR sendiri sebenarnya merupakan inisiatif remaja Indonesia. Pembentukannya diawalai pada tahun 1969 saat Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Setelah mengalami perkembangan dan difasilitasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), RYC berubah menjadi KIR yang hingga saat ini masih tetap aktif digunakan.
Tujuan utama pendirian KIR yaitu untuk mengembangkan sikap ilmaih dalam menghadapi gejala alam yang diemui dengan kejujuran serta kepekaan yang tinggi berdasarkan metode yang sistematis, objektif, rasional, dan berprosedur. Pengenalan sikap ilmiah sejak dini memberikan efek positif bagi remaja untuk berkompetisi dalam pengembangan diri demi menunjang kemajuan zaman. Tentu saja hal ini sangat penting mengingat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain manfaat langsung yang dirasakan oleh siswa, keberasaan KIR di sekolah juga memberikan nilai tersendiri. Selain dapat meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah, fungsi KIR juga sebagai tempat pengembangan riset atau penelitian. Namun eksistenti KIR akan tetap terjaga apabila ditunjang salah satunya oleh kurikulum, kebijaksanaan sekolah, kerjasama denga institusi-institusi serta sosialisasi hasil penelitian.

Kamis, 28 Februari 2019

Bisakah manusia berbincang dengan hewan?

Selama bertahun-tahun hewan menjadi objek penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan. Hampir semua aspek kehidupan hewan menjadi sorotan para ilmuwan, termasuk cara mereka berkomunikasi.
Komunikasi dua arah memang belum pernah dilakukan secara langsung antara manusia dengan hewan. Namun, penelitian mengenai hal itu masih sedang dikembangkan. Salah satu hewan yang intensif dijadikan sebagai objek penelitian yaitu lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki berbagai kesamaan dengan manusia. Kesamaan tersebut terliha dalam hal kecerdasan, perilaku sosial, dan komunikasi. Menurut penelitian, kesamaan ini sedekat hubungan manusia dengan monyet dan kera. Studi terbaru tentang genom menunjukkan lumba-lumba berhidung botol menjadi mamalia laut yang memiliki kesamaan gen dengan manusia. Penemuan ini menjelaskan alasan lumba-lumba memiliki otak yang besar.
Salah satu yang sebelumnya pernah didapatkan adalah lumba-lumba bisa bersiul. Siulan tersebut digunakan sebagai alat komunikasi antar individu, persis seperti manusia menggunakan bahasa. Namun, penelitian itu ternyata kurang tepat. Lumba-lumba bukan cuma bersiul, tetapi berbicara. Ilmuwan mengatakan, suara lumba-lumba diproduksi dari vibrasi jaringan yang cara kerjanya hampir mirip dengan organ di kotak suara manusia dan beberapa hewan darat lain. Demikian simpulan Peter Madsen dari Department of Biological Science di Aarhus University, Denmark, setelah melakukan studi tentang cara lumba-lumba berkomunikasi.

Lebih lanjut, Madsen menjelaskan, lumba-lumba justru memproduksi suara dengan membuat jaringan ikat di hidung bergetar sesuai dengan frekuensi yang ingin diproduksi dengan menyesuaikan ketegangan otot dan aliran udara di jaringan tersebut. Ini cara yang sama yang digunakan manusia. Lalu jika lumba-lumba bisa bicara, apa yang dibicarakan?
Ilmuwan mengetahui bahwa lumba-lumba saling berbagi informasi tentang identitas mereka sehingga mampu membantu satu sama lain ketika mengarungi wilayah samudera yang luas. Insinyur akustik John Stuart Reid dan Jack Kassewitz dari organisasi Speak Dolphin membuat instrumen disebut CymaScope yang bisa mengurai detail struktur suara lumba-lumba sehingga bisa dipelajari. Kassewitz mengungkapkan “Ada bukti kuat bahwa lumba-lumba bisa melihat dengan suara, seperti manusia memakai USG untuk melihat embrio dalam kandungan”.
Sekarang, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah purwarupa speaker lumba-lumba. Speaker ini mampu memproyeksikan berbagai rentang suara yang dihasilkan suara lumba-lumba. Idenya adalah menyebarkan suara tersebut dan merekam respon mamalia laut itu.
"Pengetahuan kami tentang bagaimana luba-lumba mengklasifikasikan suaranya masih sangat sedikit. Kami perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukannya, dan alat ini mungkin akan membantu kami melakukan hal itu," terang Psikolog Kognitif di New College of Florida di Sarasote, Heidi Harley. Mereka memanfaatkan komponen piezoelectric yang mengubah listrik menjadi gerak fisik dan sejenisnya. Komponen ini mampu menyebarkan suara berfrekuensi tinggi maupun rendah.
Itulah usala para ilmuwan untuk mengetahui cara berkomunikasi langsung dengan mamalia air yang cerdas itu agar di kemudian manusia dapat mendapatkan informasi bawah air dengan langsung berbincang dengan penghuninya.

Minyak Mentah Terbarukan

Alam raya memerlukan jutaan tahun untuk mengubah benda organik kuno menjadi minyak mentah. Tapi, para insinyur kimia di Universitas Michigan, Amerika Serikat, melakukannya dalam waktu kira-kira satu menit.
Sekalipun banyak perusahaan sedang mengubah lumut menjadi biofuel atau bahan bakar biologis, namun proses yang dilakukan Profeosr Phil Savage, agak sedikit berbeda. 
Dengan dukungan National Science Foundation, profesor Universitas Michigan itu bersama para mahasiswa doktoralnya menumbuhkan lumut dalam tabung kaca di laboratoriumnya. Dengan tidak mengeringkannya sebelum memperoleh minyak alamnya, mereka sebaliknya memasukkan lumut itu dalam silinder logam kecil bersama air dan merebusnya dalam tekanan udara yang tinggi pada suhu yang sangat tinggi.
Savage mengatakan hanya memerlukan waktu kurang dari 60 detik untuk menguraikan semua komponen lumut itu – bukan hanya minyak, tetapi juga gula dan protein yang dapat digunakan untuk energi bentuk lain.
Reaksi waktu singkat yang dibutuhkan untuk menciptakan biocrude atau minyak mentah biologis, dan ke-efisienan proses tersebut dapat membantu memotong ukuran dan biaya reaktor lumut-ke-energi, dan Universitas Michigan berharap untuk menyuling dan mengkomersialkan teknologi itu. 
Profesor Savage yakin biocrude lumut dapat menjadi energi biofuel alternatif yang menarik yang diambil dari jagung dan biomassa lain. Ia mengatakan bahwa sekalipun mobil sedang bergerak ke arah sumber tenaga alternatif seperti dinamo listrik dan cell hidrogen, mesin pesawat terbang akan membutuhkan bahan bakar cair untuk jangka waktu yang lama ke depan, dan biofuel lumut dapat memenuhi kebutuhan tersebut. (VOA/Wrt3)

Sumber: Metrotvnews.com, Michigan

Merakit Minat Meneliti dengan OPSI

Riset merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat penting. Melalui riset, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berjalan sangat pesat. Tidak hanya para ilmuwan besar yang dapat melakukan riset namun, para remaja pun telah mengambil andil penting dalam pengembangan riset itu sendiri.
Di Indonesia, pengembangan potensi anak bangsa melalui riset telah dilakukan dengan rutin setiap tahunnya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Indonesia ini diikuti oleh peserta dari jejang Sekolah Mengah hingga perguruan tinggi.
Salah satu kegiatan yang diikuti oleh peserta tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Kegiatan yang tahun ini deselenggarakan di Twin Plaza, Slipi Jakarta Selatan ini tidak hanya mengedepankan ilmu alam sebagai bidang riset. Bidang IPS Humaniora pun turut serta dijadikan sebagai salah satu bidang yang dilombakan. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 7-13 Oktober 2012 lalu ini awalnya diikuti oleh 1300 makalah yang tersaring menjadi 87 tim yang terdiri dari bidang sains dasar, sains terapan dan IPS Humaniora.
KIR ASIC SMA Al Ma’soem pun turut serta berpartisipasi dalam ajang nasional ini dan berhasil meloloskan dua tim masing-masing bidang sains terapan dan IPS Humaniora. Dalam ajang yang diselenggarakan untuk mengukur kemampuan remaja Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini tim KIR ASIC SMA AL Ma’soem berhasil meraih penghargaan sebagai pemakalah terbaik untuk bidang sains terapan dengan judul penelitian Penggunaan Tanaman Bayem Liar (Acalypha indica) Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara  atas nama Lina Nafisah, Luthfiana Fitri Febrianingktas dan Nur Ainun Afifah Harahap. Lebih dari itu, tim IPS Humaniora yang terdiri dari tiga siswi jurusan IPA berhasil meraih medali perunggu untuk bidang IPS Humaniora dengan judul penelitian Hubungan Dukungan Keluarga dengan self-esteem pada Narapidana Remaja Usia 13-18 Tahun di lapas Sumedang atas nama Mawaddah Nuwairiyah, Almas Khoirusnnisa dan Nurfitriah. Hal ini menunjukkan bahwa bidang yang digeluti tidak membatasi pengembangan ilmu pengetahuan. Terbukti, siswi yang terbiasa mempelajari ilmu alam ini mampu meraih prestasi di bidang sosial. 

ASIC Go International

Sekali lagi ASIC berhasil melebarkan sayapnya ke ranah internasional berkat ASICers kita, Gahzian Iqbal Fernanda. Gahzian terpilih ke olimpiade internasional di bidang komputer itu setelah berhasil meraih medali perak pada Indonesia of Young Scientists pada akhir Desember 2011 di Universitas Parahyangan Bandung. “Karena ditunjang pula dengan kemampuannya berbahasa Inggris, maka tim seleksi nasional pun menunjuk Gahzian untuk mewakili Indonesia dalam kancah International Conference of Young Scientists pada April mendatang,” ungkap Ketua Yayasan Pendidikan Al Masoem (YPAM) Nanang Iskandar Ma’soem di Bandung,kemarin. 


Direktur Muda Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) YPAM Ganjar Taufiq menambahkan, dalam olimpiade tingkat nasional,Gahzian membuat eksperimen tentang proses menjawab soal ujian menggunakan SMS (Processing Exam Answer Question by SMS and with Using Internet Modem).

“Gahzian memang hobi komputer dan aktif di ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Al Ma’soem Science Club (ASIC). DiajugafasihberbahasaInggris. Itu yang membuatnya berhasil meraih medali perak,”jelas Ganjar. Dia menambahkan,sebelum berangkat ke Belanda,Gahzian harus melewati tahapan-tahapan pembinaan di antaranya karantina mulai 15 Januari. iwa ahmad sugriwa.

ASICer di MIPA UI Awards 2012

Perhelatan akbar yang diadakan oleh BEM FMIPA, MIPA Untuk Negeri 2012 diakhiri dengan MIPA UI Awards 2012. MIPA UI Awards merupakan puncak perayaan keilmiahan ilmuwan-ilmuwan Indonesia. Dalam acara ini, ilmuwan Indonesia yang telah berkontribusi besar bagi Indonesia akan diberi penghargaan. Bertemakan Satu Nusa Satu Bangsa, MIPA UI Awards juga bertujuan untuk menanamkan nilai nasionalis bagi para tamu undangan dan menunjukkan bahwa sains Indonesia adalah sains yang punya potensi yang sangat besar.

MIPA UI Awards merupakan suatu wujud apresiasi terhadap ilmuwan-ilmuwan di seluruh Indonesia, baik ilmuwan muda, mahasiswa maupun ilmuwan profesional.  Ilmuwan-ilmuwan yang memiliki prestasi dan kontribusi besar bagi perkembangan sains bangsa akan diundang, dan nominator terbaik pilihan mahasiswa Indonesia akan dianugerahiTrophy MIPA UI AWARDS.  Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada ilmuwan atas kontribusinya untuk Indonesia dan untuk meningkatkan rasa kebanggaan sebagai mahasiswa MIPA.  MIPA UI Awards menggabungkanentertainment dan keilmiahan.
NOMINASI DAN PEMENANG UI AWARDS 2012
Setelah melewati proses penilaian juri, kami mendapat nama-nama kandidat ilmuwan kontributif yang akan mendapatkan MIPA UI Award 2012, berikut Nominasinya :
Nominasi Ilmuwan Muda Kontributif
PEMENANG ILMUWAN MUDA KONTRIBUTIF MIPA AWARDS 2012 diraih oleh Gahzian Iqbal Fernanda, dengan usia yang belia, Gahzian telah meraih penghargaan Perak dalam Young Scientist di bidang ilmu komputer.
ASICers kita yang satu ini selain meraih medali perak dalam InaYS 2011 lalu, ia juga menjadi tim Indonesia dalam ICYS di Belanda  beberapa bulan yang lalu dan berhasil mendapatkan special award. Selamat ya, Gahzian.

Kevin D. Firdaus: Peraih Silver Medal & Special Award di International Islamic School Robot Olympiad 2012, Malaysia

Kevin Derrian Firdaus, siswa kelas XI Akselerasi SMA Al Masoem Rancaekek, Sumedang mengukir prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Silver Medals Secondary & Special Award di ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) 2012 yang digelar di National Science Centre, Kuala Lumpur, Malaysia pada 24-27 Mei lalu.
“Prestasi Kevin sangat membanggakan Indonesia, karena dia mampu bersaing dengan 200 peserta yang berasal dari negeri sendiri dan negeri Jiran Malaysia. Dan, siswa kita berhasil mendapatkan Silver Medals Secondary untuk kategori Indoor Aerial Robot dan Special Award untuk kategori Robot Run pada kompetisi berskala dunia” ujar Ganjar Taufiq S.Pd., Staf Ketua Yayasan Pendidikan Al Masoem (YPAM) di Rancaekek (30/5).
Dalam kategori Indoor Aerial Robot ini, Kevin mampu menerbangkan robot melalui berbagai rintangan. Robot terbang dengan menggunakan quadcopter atau empat baling-baling yang dikendalikan dengan remote melalui perangkat berbasis Windows 7, iOS, atau Android via koneksi WiFi.


“Kevin adalah salah seorang siswa SMA akselerasi, dia termasuk siswa cerdas. Dalam kegiatan ekstrakurikuler dia memilih ASIC (Al Masoem Science Club) Divisi Robotik,” jelas Ganjar.
Dadang Sugesti, orangtua Kevin, mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih anaknya. “Saya sangat bahagia sekaligus bangga pada anak saya, yang bisa meraih prestasi hingga mampu bersaing di luar negeri. Tidak sia-sia anak saya sekolah di Al Masoem, karena saya ingin punya anak cerdas, juga memiliki moral yang baik,” kata Dadang saat menjemput anaknya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Menurut Dadang, dalam kesehariannya Kevin jarang bermain, ia lebih banyak di rumah malah sangat lekat dengan komputer. “Saya lihat Kevin pun jarang membaca buku atau menghapal, tapi dia mampu mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan baik,” aku Dadang, diamini Kevin yang punya cita-cita melanjutkan studinya ke negeri Rusia ingin menjadi ahli nuklir.

The Miracle of Ants

Bro and sis siapa sih yang nggak tau semut? Tentunya semua orang pasti tau binatang yang satu ini. Ya, binatang berukuran kecil, berkaki enam dan menyukai makanan yang manis-manis. Sekiranya, dimana ada gula disitulah semut berpijak. Tapi, tahukah kalian tentang keistimewaan yang Allah karuniakan kepada semut? Nah, pada buletin KEPO edisi pertama ini, kita akan membahas mengenai si kecil yang briliant ini. Simak baik baik ya..
Di dalam Al-Qur’an, terdapat nama sebuah surat yaitu An-Nahl yang dalam kata lain adalah semut. Semut (Inggris: ant) adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni.
Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi menggali dan pekerjaan sarang lainnya, kemudian mencari makan dan mempertahankan sarang. Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan disebut dengan kasta sementara, bagi semut, mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian.
Pengorbanan terbesar yang dilakukan semut demi koloninya adalah menghancurkan koloni musuh dengan cara bunuh diri untuk membela koloninya. Kita sering melihat kekompakan semut dalam berjalan, bergotong royong mencari makan, mengangkut makanan. Dan ternyata semut pun mempunyai jiwa berkorban demi koloninyaSedangkan bagi sang ratu, ia mempunyai tangung jawab yang besar terhadap rakyatnya. Ia tidak menyelamatkan diri sendiri, tapi juga mengajak rakyat-rakyatnya. Hal ini mengindikasikan bahwa semut memiliki rasa sosial dan peduli yang tinggi Rasa peduli ini patut dicontoh oleh pemimpin-pemimpin manapun

Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Namun tahukan kalian bahwa sebagian besar semut mempunyai penglihatan yang buruk bahkan buta? Lalu bagaimana ia dapat sampai ke tempat tujuan? Makhluk kecil ini bisa melakukannya karena memiliki banyak organ sensor di kepalanya yang membantu mengenali keadaan di sekelilingnya. Pada bagian kepalanya terdapat sepasang antena
yang membantu mereka mendeteksi bahan kimia, keadaan udara, dan getaran di sekitarnya. Antena ini juga digunakan untuk mengirimkan dan menerima sinyal dari semut lainnya melalui sentuhan. Tak heran kenapa kelompok semut terlihat selalu berbaris dan bersentuhan. Namun hanya sebagian kecil semut yang dapat melihat. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang yang digunakan untuk membawa makanan, membangun sarang, dan untuk pertahanan.
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif sangat kecil juga buta, ternyata semut adalah hewan terkuat kedua didunia lhoSemut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri! Bila dibandingkan dengan gajah, gajah hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Posisi pertama binatang terkuat adalah Kumbang Badak dengan kemampuan menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badannya sendiri.
Dalam Al-Qur’an...
Ada suatu ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan tentang kisah semut pada zamannya Nabi Sulaiman AS. ‘’Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut!Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” Ayat ini juga mengisyaratkan; bahwa semut punya bahasa, punya komunikasi untuk sesama mereka. Dan banyak para ilmuwan yang dapat menangkap bahasa semut.
Banyak cerita tentang binatang kecil ini. Semut ternyata pernah dituturkan terkait kisah Nabi Sulaiman. Dalam cerita itu, semut pernah dipanggil oleh Nabi yang dikenal kaya raya ini. Ketika itu binatang kecil tersebut ditanya oleh beliau, “Berapa banyak gandum yang dapat dihabiskanmu dalam satu tahun?”. Semut pun menjawab, setahun cukup sebutir saja. Mendengar jawaban itu, Nabi Sulaiman menangkap seekor semut dan segera memasukkannya ke dalam sebuah botol. Lalu ia masukkan kedalam botol tersebut sebutir gandum, kemudian botol itu ditutup agar semut tidak bisa keluar. Semut dalam botol ini diperkirakan tidak akan mati, karena telah disediakan sebutir gandum, yang kata semut sendiri, cukup untuk menyambung hidup selama setahun.

Setahun kemudian, Nabi Sulaiman ingat eksperimen yang dilakukannya. Dibukalah botol yang di dalamnya ditaruh seekor semut dan sebutir gandum itu. Benar, ternyata semut masih hidup. Namun yang dianggap aneh oleh Nabi Sulaiman ialah sebutir gandum yang semestinya habis dimakan oleh semut, ternyata masih tersisa separuhnya. Nabi segera menanyakan, mengapa gandumnya tidak habis dan bahkan masih tersisa sebagian. Bukankah dulu semut pernah menjelaskannya, bahwa dalam setahun ia akan menghabiskan sebutir gandum. Maka semut segera menjawab. Bahwa dulu ketika menjawab pertanyaan Nabi Sulaiman, ia tidak membayangkan kalau akan dimasukkan ke dalam botol. Sebutir gandum akan habis dimakan jika ia berada di alam bebas di luar botol. Sebab setiap kali  makan, ia tidak akan pernah menghitung dan tidak takut akan kehabisan makanan. Karena begitu gandum habis, Allah tidak pernah lupa memberi kebutuhan berikutnya. Akan tetapi jika sedang berada di dalam botol, maka makanan itu harus dihitung secara saksama agar mencukupi kebutuhan hidupnya yang diinginkan lebih panjang.  Ia merasa sangat tergantung pada Nabi Sulaiman. Sedangkan semut tahu persis bahwa Nabi Sulaiman sebagai manusia memiliki sifat pelupa. Atas dasar pengetahuannya itu, semut khawatir setahun kemudian jika Nabi Sulaiman lupa tidak membuka botolnya, akan terjadi krisis makanan. Sehingga apabila gandumnya tidak dihemat, akan kehabisan makanan dan segera mati. Itulah sebabnya, semut menghemat sebutir gandum yang ada di dalam botol bersamanya. 
Binatang berukuran kecil yang tidak pernah mendapatkan perhatian kecuali sebagai pengganggu karena sering mengerumuni makanan yang harus dijaga kebersihannya itu ternyata memberikan pelajaran yang luar biasa indahnya kepada kita semua. Mereka memiliki kebersamaan, selalu membagi informasi jika ada makanan yang dibutuhkan, saling solider dan bekerjasama di antara sesamanya. Mereka tidak tamak mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri dan mengabaikan yang lain. Jika ada makanan, mereka justru memanggil-manggil sesama semut untuk dinikmati bersama. Semut mempunyai etos kerja yang tinggi, kesabaran dan kekompakan.
Terbuktilah bahwa Allah Maha Adil, sekecil apapun makhluk itu, tetap Ia berikan kelebihan yang belum tentu makhluk lain miliki. Semua makhluk ciptaan-Nya memang tak ada yang sia-sia.
“Peduli keselamatan saudaranya” merupakan salah satu sifat mulia semut, sehingga ia di muliakan. Begitu juga dengan agama ini, umat ini, negeri ini. Kita akan mulia, kalau kita mau bekerja sama, peduli dengan agama dan kehidupan saudaranya.
Manusia adalah makhluk sosial, ia membutuhkan terhadap manusia lainnya. Semua perlu saling melengkapi, membantu dan memahami kondisi orang lain. Tidak tamak dan egois seperti yang di contohkan oleh semut. Khususnya tentang agama saudaranya. Tak jarang kita menutup mata, telinga, ketika ada saudara kita yang berbuat maksiat kepada Allah, tanpa ada kerisauan sedikit pun, kita malah menggibahnya, menyalahkan nya, tanpa ada pikir untuk menyelematkannya atau sekedar mengajaknya kepada kebaikan. Padahal Rasulullah saw  sabdakan; “tak sempurna iman seseorang, sebelum ia mencintai saudaranya , sebagaimana ia mencintai dirinya sendirinya.”
Jadi kawan, marilah mulai dari sekarang kita tekadkan dalam diri untuk peduli terhadap saudara-saudara kita seperti yang dicontohkan oleh semut. Dengan begitu, kita dapat menjadi remaja yang mulia dimata-Nya.
“Sebaik- baik manusia, adalah yang membawa manfaat untuk manusia”